
Ilustrasi. (Foto: Anadolu)
JAKARTA – Kepala pemerintahan militer Myanmar memberikan amnesti kepada lebih dari 10.000 tahanan serta mengurangi hukuman bagi tahanan lainnya untuk memperingati hari libur, demikian dilaporkan media pemerintah pada Senin (2/3/2026).
Tidak ada tanda-tanda bahwa mantan pemimpin Aung San Suu Kyi, yang digulingkan dalam kudeta militer pada 2021 dan telah ditahan sejak saat itu, akan dibebaskan.
Amnesti ini diberikan dua minggu sebelum parlemen dijadwalkan bersidang untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, menyusul pemilihan baru-baru ini yang menurut para kritikus tidak bebas dan tidak adil.
Televisi pemerintah MRTV melaporkan bahwa Jenderal Senior Min Aung Hlaing, kepala pemerintahan militer, mengampuni 10.162 tahanan, termasuk 7.337 yang dihukum berdasarkan undang-undang antiterorisme, pada Hari Petani, hari libur nasional untuk menghormati para petani.
Pernyataan terpisah menyebutkan bahwa 12.487 orang yang sedang diadili berdasarkan undang-undang tersebut atau yang bersembunyi akan menerima amnesti, dan kasus penghasutan mereka akan ditutup.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya













































