DEN Mitigasi Risiko Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Melemah hingga Capital Outflow

9 hours ago 4

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |20:49 WIB

DEN Mitigasi Risiko Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Melemah hingga Capital Outflow

DEN Mitigasi Risiko Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Melemah hingga Capital Outflow (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mewanti-wanti dampak perekonomian yang berpotensi dialami Indonesia di masa konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran. Mulai dari inflasi, pelemahan nilai tukar Rupiah hingga capital outflow.

Inflasi harga minyak bakal diprediksi terus membesar terjadi dalam beberapa waktu ke depan, yang berdampak pada moneter Indonesia lantaran berhubungan dengan kekuatan Rupiah. Pengeluaran modal ke luar negeri juga disebut Mari tak terhindarkan apabila eskalasi konflik kian menajam karena pemilik dana mengutamakan keamanan aset.

"Kalau kita berpikir mengenai dampak harga minyak (akibat konflik), memang paling kelihatan nanti inflasi, dan kalau inflasi naik kan berarti suku bunga akan sulit untuk diturunkan," kata Mari dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Atas dasar itu, Mari menekankan perlu ada mitigasi risiko dari tensi geopolitik global. Kementerian Keuangan diharapkan dapat melakoni kebijakan fiskal secara disiplin untuk menjaga fundamental ekonomi nasional. Stimulus ekonomi terus didorong sebagai belanja fiskal yang efektif mengerek daya konsumsi masyarakat.

Di sisi global, Mari menyarankan Indonesia mesti melakukan diversifikasi pasar dari negara yang terkena ekses konflik. Jika kawasan Timur Tengah bergejolak terus tanpa kepastian, maka peralihan pasar bisa menyasar kawasan Eropa dan lainnya.

"Jangan lupa ASEAN, jangan lupa yang di depan mata kita, yaitu pasar di kawasan kita sendiri. ASEAN, punya perjanjian namanya RCEP yang ada China, Jepang, Korea, Australia, New Zealand. Ini semua bisa, sangat bisa kita juga manfaatkan untuk eh meningkatkan pasar kita," tuturnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|